Sunday, May 11, 2014

Tips Merawat Mobil SUV Bermesin Diesel

Mobil jenis SUV (Sport Utility Vehicle) kini makin populer dan menjadi pesaing ketat bagi keberadaan MPV (Multi Purpose Vehicle) di Indonesia. Hal ini melihat kondisi jalanan dan topografi Indonesia, SUV sangat handal dalam menaklukkan jalanan aspal, kondisi banjir maupun medan off road sekalipun. Demi memenuhi permintaan pasar, baik importir umum maupun ATPM berlomba-lomba menawarkan produknya. Salah satu varian yang dipasarkan yakni SUV bermesin diesel turbo, seperti yang diluncurkan oleh "Land Rover Indonesia", serta mobil-mobil berjenis jip lainnya. Bahkan, tak tanggung-tanggung pihak importir umum atau ATPM banyak yang mendatangkan mobil bermesin diesel ini secara utuh atau lebih dikenal dengan completely built up (CBU).

Pertimbangannya adalah dengan mendatangkan secara CBU, menjadikan karena harganya lebih kompetitif dan terjangkau. Dengan harga yang terjangkau, membeli mobil menjadi suatu hal yang mudah. Namun, untuk merawatnya adalah persoalan lain. Sebenarnya, merawat mesin diesel mobil CBU ini tidaklah terlalu sulit. Hal yang terpenting yakni berhati-hati melakukan pemeriksaan. Berikut adalah beberapa tips yang dapat membantu Anda dalam merawat mesin diesel CBU antara lain: Perhatikan kualitas bahan bakar solar Mobil SUV bermesin diesel turbo menggunakan bahan bakar solar. Untuk itu, yang perlu diperhatikan adalah kualitas dari solar tersebut. Biasanya, solar menjadi buruk kualitasnya karena solar tercampur air. Rendahnya mutu solar akan mempengaruhi pembakaran di mesin, termasuk kinerja pelumas. Kandungan air pada solar, dapat dilihat dari sensor indikator yang ada di dashboard.

 Apabila lampu merah menyala, itu berarti konsentrasi air pada solar cukup banyak dan harus segera dikuras agar tidak menimbulkan gangguan pada komponen mesin yang lain. Karena itu, pilihlah tempat pengisian bahan bakar (SPBU) yang menyediakan solar murni. Rajin memperhatikan oli mesin Oli adalah media pendingin bagi kinerja mesin. Mesin turbo sangat membutuhkan oli sebagai media pendinginnya. Untuk itu, sebaiknya pakailah oli mesin berkode CF (standar API) atau A2 dan B3 (ACEA), serta lakukan penggantian oli mesin minimal 40 ribu km. Tune up secara Berkala Untuk memperoleh tarikan mesin diesel yang kencang, lakukan tune up secara berkala. Untuk mobil non solar, cara tune up dengan memperbesar curah bensin pada karburator dan injection. Namun, pada mobil bermesin diesel justru sebaliknya, bila curah solar diperbesar maka laju mobil akan melambat dan memproduksi panas yang berlebihan. Periksa filter udara Apakah mesin mobil cepat panas? Bila terjadi demikian, kemungkinan besar dikarenakan tersumbatnya filter penyaring udara.

 Untuk mengatasinya, cukup bersihkan penyaring udara minimal satu bulan sekali. Cara membersihkannya dapat menggunakan vacuum cleaner. Pasanglah safety kit untuk deteksi dini panas mesin Perangkat ini biasanya ditempatkan pada radiator. Fungsi kerjanya adalah sebagai sensor panas untuk air dan menjadi sensor oli untuk mengetahui tekanan panas pada oli. Selain itu, pasang juga di exhaust (tempat pembuangan gas), karena alat ini cukup bermanfaat untuk mengetahui penyebab kerusakan lebih dini. Jadi, sebenarnya merawat mobil bermesin diesel itu tidak terlalu sulit. Dengan memperhatikan beberapa tips di atas, disertai kemauan dan Anda rajin melakukan pemeriksaan secara rutin maka hal tersebut mudah untuk dilakukan.

Namun, jika malas melakukan perawatan rutin, terutama pada mobil SUV diesel Land Rover, sempatkan untuk memeriksakan mobil secara rutin ke bengkel mobil "Land Rover Indonesia" daripada terjadi hal-hal yang tak diinginkan, seperti mogok di jalan misalnya.
Share This Article Facebook +Google Twitter Digg Reddit

1 comments:

mantap tipsnya..

salam kenal, ditunggu kunjungannya...