Tuesday, October 6, 2015

Mengenal Alat Musik Tarawangsa dari Tatar Parahyangan

Pernahkan anda mendengar mengenai alat musik Tarawangsa? Pastinya alat musik yang satu ini masih jarang terdengar dan bahkan banyak orang tidak mengenal alat musik yang satu ini. Sebenarnya tarwangsa merupakan salah satu alat musik kebudayaan Sunda yag keberadaannya sudah dari zaman dahulu kala terbukti dari naskah-naskah Jatiraga dan juga Sew ka Darma yang merupakan naskah Sunda kuno yang menulis mengenai Tarawangsa ini. Hingga kini, alat musik Tarawangsa masih dapat kita temui di daerah Jawa Barat. Mari kita pelajari lebih jauh lagi mengenai alat musik Tarawangsa ini.

Alat Musik Tarawangsa dan juga Jentreng
Alat musik tarawangsa sebenarnya terdiri dari 2 bagian yaitu badannya yang berbentuk kotak dan juga penampang bagi dawainya yang mempunyai 2 buah senar yang akan dimainkan dengan menggunakan tangan kiri sedangkan tangan kana akan memainkan penggeseknya. Dari dua buah senar tersebut, yang paling dekat dengan si pemain akan dimainkan dengan cara menggeseknya sedangkan yang satunya dipetik. Biasanya alat musik tarawangsa akan di buat dari bahan kayu dadap, jengkol, kenanga, dan juga kemiri.

Alat musik tarawangsa tidak dimainkan sendiri saja melainkan berpasangan dengan alat musik jentreng yang berbentuk seperti kecapi yang terbuat dari 7 buah dawai yang dipetik untuk mengeluarkan nada yang unik. Tanggga nada pada tarawangsa dan jentreng disebut pelog.

Asal Mula Alat Musik Tarawangsa
Sebenarnya agak sulit menentukan sejarah asal mula alat musik yang satu ini dan semenjak kapan alat musik tarawangsa lahir di Sunda sebab tidak ada bukti tertulis yang menyatakan mengenai hal ini. Namun berdasarkan cerita masyarakat Sunda, bahwa alat musik tarawangsa tercipta pad zaman kerajaan Mataram kuno yaitu di abad ke 8 atau sekitar abad ke 9 Masehi.
Menurut cerita masyarakat Sunda bahwa saat itu Sunda belum memiliki sawah ataupun bibit padi sehingga sekelompk pemian musik jalanan yang disebut sebagai Syahdan pergi ke Mataram yan saat itu berlimpah dengan bibit padi dan mencurinya dengan cara dimasukkan ke dalam alat musik yang mereka bawa namun upaya tersebut gagal begitu juga dengan cara lainnya hingga suatu saat salah seorang dari mereka berhasil menyembunyikan bibit padi di dalam tarawangan dan membawanya ke Sunda hingga kini Sunda dikenal sebagai salah satu penghasil beras terbesar di Jawa. Namun ini hanyalah kisah rakyat yang diceritakan dari mulut ke mulut mengenai asal usul alat musik tarawangan.


Share This Article Facebook +Google Twitter Digg Reddit